Di kota ini sehabis hujan
Desember yang lalu
Di kota ini, dalam ruangan
Berpenyejuk udara.
Di kota ini, dalam ruangan
Berpenyejuk udara.
Kau dan wangimu, bersanding dengan
Riuh angin di luar.
Riuh angin di luar.
Udara mana kini yang kau hirup?
Hujan di mana kini yang kau peluk?
Di mana pun kau kini
Rindu tentangmu tak pernah pergi.
Hujan di mana kini yang kau peluk?
Di mana pun kau kini
Rindu tentangmu tak pernah pergi.
Di jalan ini menguning langit
Berkendara denganmu
Tajam mentari, menembus pelan
Bening teduh matamu.
Berkendara denganmu
Tajam mentari, menembus pelan
Bening teduh matamu.
Kau dan wangimu berpadu utuh
Tabungan kelak rindu.
Tabungan kelak rindu.
Udara mana kini yang kau hirup?
Hujan di mana kini yang kau peluk?
Di mana pun kau kini, hmm
Rindu tentangmu tak pernah pergi
Hujan di mana kini yang kau peluk?
Di mana pun kau kini, hmm
Rindu tentangmu tak pernah pergi
Udara mana kini yang kau hirup?
Hujan di mana kini yang kau peluk?
Di mana pun kau kini, uh-uuh
Rindu tentangmu tak pernah pergi
Hujan di mana kini yang kau peluk?
Di mana pun kau kini, uh-uuh
Rindu tentangmu tak pernah pergi
Rindu tentangmu tak pernah pergi
-------
Membersamaimu dari pancaran sinar kota, dari balik kaca dormitory yang beralaskan sepi,
Terkadang merindui kehadiranmu, melalui udara dan hujan yang kadang datang, tak lupa kutitipkan rindu, iya rindu tentangmu, yang tak pernhh pudar.
Perpaduan antara rindu yang menghinggapi sepi seakan-akan memberikan jawaban bahwa rindu ini akan selalu ada dan terus bertahan sampai hati ini kan berlabuh kelak disana.
Ya, benar...rindu tetangmu memang tak pernah pergi, mi.
- Get link
- X
- Other Apps
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment