Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2022

Ada yang datang, pasti ada yang pergi...lagi

Jum'at pagi yang penuh berkah, Ibn Abbas reported:  The Messenger of Allah, peace and blessings be upon him, said, “ Take advantage of five before five: your youth before your old age, your health before your illness, your riches before your poverty, your free time before your work, and your life before your death. ” Alhamdulillah masih diberikan begitu banyak nikmat, mulai dari malamnya sampai datang paginya sampai nanti akan terus bergulir walau tak pernah berputar kembali waktu yang kemarin. Alhamdulillah bagaimanapun juga, sebongkah kesyukuran diri yang perlu disadarkan bahwa sejatinya kita memang hanya sedang mengumpulkan bekal sebagai tiket pulang nanti dialam kekal. Mendapati dilini masa, kawan dan sahabat yang pulang ke kotanya masing-masing untuk merajut kembali benang-benang kehidupan dan merangkai bentuk kesyukuran, bahwasanya hidup tak pernah berhenti sampai nyawa dikerongkongan, semoga Allah selalui me-Ridhoi-nya. Terlihat senyum hangat, terekah semangat untuk men...

Jalan Para Petarung

  Jalan Para Petarung…   “May eyes of cowards never sleep”  (Khalid Ibn Al Walid)   Sejatinya petarung itu memiliki daya juang yang tinggi dan tak pernah padam. Biasanya menjadi sumber inspirasi bagi yang lain, disaat dia sedang diuji oleh ombak yang besar dan segala macam fatamorgana kehidupan dunia yang menghantui terkadang menipu seperti permainan yang melenakan lagi memabukkan. Apa sumber bahan bakar para petarung? Menjadi seorang pertarung yang handal tidak bisa didapatkan hanya dengan hitungan satu malam atau hitungan sistem kebut semalaman, butuh banyak keterampilan yang dibutuhkan, butuh kebiasaan yang perlu didawamkan, perlu pemahaman yang utuh tentang sejarah para petarung yang sudah merintis jalan dan menang dengan gemilang. Modal potensi diri mungkin tak akan menjadi cukup jika tidak diasah sesuai dengan ekosistemnya, tidak akan pernah terjadi lompatan kuantum jika tidak dapat memberikan energi baik untuk diri seorang pertarung maupun menjadi ...

Menabung Rindu Segenggam Do'a

Sejatinya memang hidup itu pasti naik dan turun, ada masa pasang surutnya, ada kondisi dimana dari yang awal-mulanya rajin menjadi rajin ditambah banget, dari awalnya baik menjadi semakin baik banget atau menjadi jauh lebih baik. Menjadi baik itu bukan harus bersendirian, menepi diujung bukit, berlari menerabas rawe-rawe rantas malang-malang putung, menyeberangi lautan dan berterbangan ke-sana ke-sini (ini manusia atau burung ya?). Ini bukan cerita tentang jalan hampa tanpa tujuan, karena memang kita akan selalu berpacu dengan waktu bukan dengan untaian kerumitan rindu. Saat pencarian kata rindu yang semakin fana membuat tulisan ini jadi tak berbentuk jelas, tetapi yang berderap panjang adalah sebuah kata yang terselip dalam lirih do'a yang awalnya berbisik dibumi, akhirnya menembus langit. Semoga kau pun tetap berdo'a semampumu walau dengan segenggam keikhlasan.  Semua rindu itu pasti akan sirna dan kan hadir kembali dengan bentuk dan rupa tak terduga, bertemu berpadu terkadan...

Berapa Harga Hidupmu?

Berapa Harga Hidupmu? Pertanyaan diatas tidak perlu dijawab, hanya perlu diresapi baik-baik, endapkan dalam kalbu, lakukan kontemplasi; evaluasi; lanjut dengan eksekusi, mungkin akan jauh lebih baik. “Your fate has been written with the ink of His love and sealed with His mercy so fear not, place your trust in Him and have hope in His decree.” [Gems of Jannah]. Bisa jadi hidup kita saat ini menjadi sangat berharga dan tak ternilai, tetapi kita tidak menyadarinya atau tidak terlalu menghargainya. Seperti sedikit orang ungkapkan, "Going with wind blows", mengalir saja seperti air.  Mengalir itu penting, tapi pastikan tujuan akhirnya kemana? mungkin tidak semua air mengalir sampai jauh, bisa jadi air mengalir cuma sampai got/gorong-gorong mengendap mengenang dan jadi penyakit. Pastikan mengalir ke temapat yang baik, indah dan menjadi manfaat. Jadi, hargailah dirimu! “The bravest heart is the one that stays close to Allah, even, when it’s in pain.” [Anonymous].

Kenanglah, lalu bersyukur dan bersabar!

 “A happy life is just a string of happy moments. But most people don't allow the happy moment, because they're so busy trying to get a happy life.” — Esther Hicks. Kenanglah! Berapa banyak orang mungkin (boleh setuju boleh tidak), tidak lagi terlalu memperdulikan tanggal, bulan, tahun yang penting bagi dirinya sendiri, tidak memusingkan diri untuk mengingatnya karena itu adalah sekedar angka-angka yang nantinya juga akan hilang sirna ditelan waktu.  Tetapi untuk sebagian lain begitu perhatian dengan momen atau kejadian penting pada tanggal, bulan dan tahun. Contohnya, saat kelahiran, saat akad nikah, saat lulus sekolah, dan saat yang perlu diingat dan dikenang. Mungkin nantinya juga akan hanya ada beberapa momen yang paling penting dalam hidup. Perlu digaris atasi adalah bagaimana kita perlu mengisi aktifitas keseharian kita dengan hal-hal yang bermanfaat. Mari kita tinggalkan legacy? apa yang akan kita wariskan nantinya, apa yang dapat kita berikan kepada orang lain, minimal...