Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2022

Niat itu perlu dan penting, bukan?

Niat itu penting! Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Semoga Allah yang selalu membolak-balikkan hati selalu menjaga niat baik dan memberikan guidence atau arahan bagi kehidupan atau perjalanan hidup kita semua. Aamiin ya Rabbal'alamiin. Baru saja menyimak sebuah podcast di youtube, tentang seorang yang hidupnya sangat minimalis tetapi dia bahagia, dengan konsep hidup yang sederhana dan pola pikir yang visioner, tetapi ada hal yang menurut saya jadi kontradiksi ketika dia itu ditanya terkait dengan pasangan hidupnya, kenapa belum menikah juga sampai saat ini, rumah sudah punya, kerjaan atau penghasilan sudah ada, dst. Konsep tentang menikah nanti bagaimana? apakah anda ingin punya anak?, konsep tentang berbakti kepada orang tua, kok semakin lama saya menyimak wawancaranya semakin membuat saya yakin bahwa si dia ini kehilangan niat akhiratnya. Maafkan, ini adalah sekedar sudut pandang saya sebagai netizen.  Iya, ini menurut pandangan saya ya, kehilanga...

Rumahmu atau dadamu itu kuburan kah?

Mendengarkan kajian terkait dengan menghafal ayat-ayat dalam Al Qur'an terlebih menghafalkan surat-surat khusus yang ada didalam Al Qur'an. Berikut adalah minimal surat yang perlu dan penting untuk dihafalkan 1. Surat Al Mulk, atau didawamkan untuk dibaca sebelum tidur, ini adalah sunnah yang dimana Rasulullah melakukannya, setelah membaca surat 3 Qul, ditambah dengan ayat kursi dan membaca surat Al Mulk. 2. Surat Al Baqarah, jika tidak mampu untuk meghafal semuanya mulailah menghafal 4 ayat kursi, ditambah 2 sayat setelahnya dan 3 ayat terakhir dalam suart al Baqarah. 3. Surat Al Kahfi, jika tidak mampu menghafal seluruhnya minimal 10 ayat permulaan atau selalu membacanya pada malam jum'at atau hari jum'at. 4. Surat Al Yasiin, pada satu malam dibacakan jika mampu, tidak diharuskan pada malam jum'at, karena hadits pada satu malam. 5. Dan surat-surat khusus lainnya... Secara umum orang yang membaca Al Qur'an akan diberikan syafaat, secara khusus ada surat yang di...

Perjalanan 0+7 Karantina

 Bersyukur kepada Allah selalu ya kawan, Apa pun yang terjadi memang kita sebagai hamba adalah hanya mampu merencanakan, sedangkan hasilnya adalah takdir atau ketetapan Allah SWT. Seorang sahabat mengingatkan, bahwa kita ranahnya adalah berusaha atau berikhtiar dengan baik, tentunya dengan jalan yang baik dan halal atau halalan thoyyib, kenapa? ya agar Allah meridhoi-Nya, selalu memberikan kemudahan serta kelancaran. Karena memang hambatan atau kesulitan demi kesulitan akan selalu menghiasi disetiap perjalanan kita, disetiap pos atau disetiap momen kita, disitulah kita melakukan ujian-ujian, tes-demi-tes kehidupan itu semua adalah sunnatullah. Karena kita lah yang sudah terpilih, sudah berkompetisi dari jutaan calon kehidupan sehingga kita memenangkan kompetisi untuk lahir kedunia yang fana ini. Pada saat saya menulis blog ini, ditengah kondisi pandemi yang mulai berakhir terutama dinegeri Formosa. Hari ini adalah kali ke dua saya memasuki negeri ini, bersyukur kali ini masa karant...

Kebermanfaatan 1 bulan?

Aktifitas apa saja yang akan anda lakukan jika dalam waktu satu bulan lamanya anda mendapatkan cuti atau liburan untuk bertemu dengan keluarga atau pulang kampun? Setelah sekian lama berada di negeri orang atau berada di kampung orang yang jauh dari pelupuk mata, akan banyak sekali aktifitas yang penting dan perlu dilakukan ketika berada di kampung sendiri. Berikut ini hanya sebagai gambaran dan pengingat saja, bahwa saya pernah melakukan aktifitas-aktifitas yang mungkin kecil tetapi memberikan kebermanfaatan yang luas, ini menurut saya ya. Diantaranya yaitu: Menikmati makanan atau masakan istri tercinta/pasangan menjadi aktifitas utama atau inti. Menikmati pisang goreng, menikmati suguhan teh dan kopi, menikmati nasi goreng mengkudu, nasi goreng iris, semur, dan banyak lagi. Menjelajah kuliner; siomay dan batagor, pempek gerobak, ketoprak, bubur ayam pagi dan siang, nasi uduk andalan, gorengan sore, pukis pinggir jalan, soto bogor, soto babat daging kikil/campur, pecak ikan mas, semur...

Tontonan atau tuntunan?

Membaca status seseorang baik di media sosial menjadi salah satu aktifitas tambahan ataupun aktifitas utama, tergantung dari sudut pandang si pengguna. Ibaratnya menjadi dua sisi mata uang, bisa dilihat dari kebermanfaatan atau sekedar menghabisakan waktu yang tak pasti, menjalani serta mengisi hari. Membaca dan mengamati di lini masa setiap pembuat konten atau content creator terkadang membawa inspirasi tersendiri, terlepas itu membawa kebaikan atau kesia-sia-an atau yang sekedar killing time, membunuh sepi mengisi hari, mencari segenggam inspirasi walau terkadang membawa jauh menjadi tak terkendali ditambah semakin tak pasti. Akan terlihat dan terasa sebuah konten menjadi hanya sebagai tontonan atau mampu dijadikan sebagai tuntunan. Terlebih lagi mampu menggerakkan yang menonton untuk memotivasi dirinya menjadi jauh lebih baik, menjadikan tontonan sebagai sebuah jalan perbaikan untuk yang menyimaknya atau yang membuatnya, minimal dalam mempelajari sebuah tontonan atau membaca atau me...

Sukses Dunia Akhirat, apa mungkin?

Apakah kita sudah termasuk orang yang sukses? Sudah bisa dipastikan jawabannya akan berbeda-beda, beda kepala beda jawaban, beda latar belakang beda jawaban, ada yang sudah merasa sukses, ada yang masih bingung apakah sudah sukses atau belum, ada yang masih tertatih-tatih mendefinisikan sukses. Lantas apa sukses itu? Kita sering mendengar atau mungkin menjadi pengalaman pribadi, cerita-cerita bukan dari negeri dongeng atau khayalan, cerita semodel dari office boy (OB) menjadi CEO sebuah bank ternama, dari jual makanan di emperan toko sampai mampu membangun industri makanan berkelas, dari modal dengkul sampai punya modal milyaran, dari berhutang milyaran sampai bisa membalikkan keadaaan menjadi untung trilyunan. Tapi, apakah itu dinilai sebagai sebuah kesuksesan? Secara penilaian orang bahwa sukses adalah memiliki segalanya, melebihi kondisi orang pada umumnya, orang lain naik sepeda dia sudah naik pesawat bahkan punya pesawat, orang lain baru punya sebuah gerobak dia sudah memiliki pab...

Hidup hanya sekali, bukan?

  Al Qur'an sering kali dijadikan mas kawin, beserta seperangkat alat sholat lengkap... Apa yang terjadi setelah akad nikah selesai? sebagian besar Al Qur'annya dijadikan pajangan, disimpan dengan rapi, terkadang samapi berdebu. Hidup itu sangat singkat, baru kemarin melihat anak bisa berjalan, baru kemarin lulus S1, sekarang sudah mulai menua, kita harus terus tumbuh berkembang. Bagaimana caranya? 1. Perkuatlah VISI, visi jangan hanya tentang dunia, ingin uang, ingin rumah, ingin banyak harta, jangan hanya seputar dunia. Tetapi harus meliputi visi akhirat. Jika hanya visi dunia maka akan mengalami kehampaan, di Jepang ada kursus terseyum yang diikuti oleh orang kaya di Jepang. Robin William mengakhiri hidup dengan bunuh diri, dan beberapa banyak lagi. Yuk, miliki visi akhirat kita. Ada sebuah contoh; Aku ingin memeluk Rasulullah Muhammad ditempat terhormat. 2. Tetapkan PRIORITAS hidup, Seorang muslim memprioritaskan yang wajib dan sunnah, nonton bola boleh, nonton badminton, y...

Kurikulum hidup kita?

 Dulu diera Nabi, Suasana masyarakatnya penuh dengan keburukan, kriminilatas, norma-norma ketidak baikan, jahiliyah segala bentuk yang tidak mengenal kebaikan hanya kepada keburukkan. Allah menurunkan warisan terbesar adalah Al Qur'an bukan mukjizat tongkat nabi musa, singgasana sulaiman, dan nabi2 yang lain yang memiliki mukjizat. Merubah masyarakat jahiliyah menjadi kuntum khoira ummah, kalian adalah umat terbaik yang terbaik yang pernah dilahirkan dan berkehidupan dibumi, Ternyata, Al Qur'an bukan hanya untuk kalangan Nabi, tetapi semua generasi dari awal sampai akhir kehidupan, dari awal sampai hancurnya kehidupan, Allah menginginkan keadaan yang baik dan dipelajari sebagai pnaduan hidup. 2:185, Al Qur'an diturunkan diwaktu mulia yaitu Ramadhan, kepada nabi yang mulia Nabi Muhammad SAW, dengan mengikuti kurikulum kehidupan melalui Al Qur'an, melalui petunjuk yang diberikan Allah, yang Ar Rahman, Ar Rahim. Allah mengajarkan kepada kita, cara bertutur, bertingkah laku...

Kampung sementara ini

Berada dikampung halaman, ini hanya sementara...sadarilah saudara Kalau namanya di dunia semuanya pasti fana, sementara bentuknya, hanya sesaat saja, tak ada yang abadi bahkan tidak ada satupun yang sempurna. Sejatinya kita semua adalah penduduk surga, yang sedang mengumpulkan bekal di dunia untuk nantinya dijadikan bekal pulang dan hanya mengharapkan keridhoan-Nya saja. Berada sementara dikampung halaman, sejak pulang dari negeri formosa adalah sebuah kebahagian tersendiri. Banyak cerita yang tidak dapat terbeli dan dikonversi oleh New Taiwan Dollar (NTD). Ketika kita menginjakkan kaki di negeri yang baru, negara baru atau wilayah baru, secara sadar kita akan mulai mengkonversi dollar ke rupiah, sampaia akhirnya lelah dan kita akan menemukan cara yang lebih mudah untuk mengkonversinya, yaitu dengan merelakan saja, karena akan menjadi beban keseharian jika semuanya selalu dikonversi dengan rupiah atau mata uang apapun. Berada dikampung halaman sementara, amat sangat dipastikan kita aka...