Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2022

Karena rindu itu pasti menemukan kita nantinya.

Semenjak rindu dari jauh itu datang Ingin selalu kupegangi tanganmu, Sudah saatnya ku terus bersyukur, Keindahan menjalani setiap langkah.... Memang kita harus saling mengerti, Memang kita harus rajin mneyapa langit, Berdoa sepenuh hati, sepenuh harap Jika sedih dan senang itulah adanya. Indahnya mencintaumu dari kejauhan, Menikmati nya dalam jejak hari yang panjang, Pasti akan selalu ada hujan, derai  Ada teduh itu pasti ada...tapi jangan terlalu! Mari kita mulai menyederhanakan diri detik ini Karena rindu itu bukan sebatas menulis kata puitis Bukan sekedar menguapkan kata, Karena rindu itu pasti menemukan kita nantinya. ----- Kebersamaan itu bukan hanya disini, mari buat jalan kita agar bersama bisa kesana kelak... Ku pastikan melindungimu agar semesta menerimamu menyertaiku.

Dere - Kota Lirik

Di kota ini sehabis hujan Desember yang lalu Di kota ini, dalam ruangan Berpenyejuk udara. Kau dan wangimu, bersanding dengan Riuh angin di luar. Udara mana kini yang kau hirup? Hujan di mana kini yang kau peluk? Di mana pun kau kini Rindu tentangmu tak pernah pergi. Di jalan ini menguning langit Berkendara denganmu Tajam mentari, menembus pelan Bening teduh matamu. Kau dan wangimu berpadu utuh Tabungan kelak rindu. Udara mana kini yang kau hirup? Hujan di mana kini yang kau peluk? Di mana pun kau kini, hmm Rindu tentangmu tak pernah pergi Udara mana kini yang kau hirup? Hujan di mana kini yang kau peluk? Di mana pun kau kini, uh-uuh Rindu tentangmu tak pernah pergi Rindu tentangmu tak pernah pergi ------- Membersamaimu dari pancaran sinar kota, dari balik kaca dormitory yang beralaskan sepi, Terkadang merindui kehadiranmu, melalui udara dan hujan yang kadang datang, tak lupa kutitipkan rindu, iya rindu tentangmu, yang tak pernhh pudar. Perpaduan antara rindu yang menghinggapi sepi sea...

Senandung - Hujan Di Balik Jendela (Lirik)

Muram, langit malam ini Berjatuhan ribuan kenangan Malam seketika bisu Bertaburan aroma tubuhmu Jendela berembun, kamu ada Tak berkedip, mata berbisik Isyaratkan rindu yang dalam kepadamu Aku tenggelam bersama hujan 'Kan berlabuh di tepi ruang tak berujung Jendela berembun, kamu ada Tak berkedip, mata berbisik Isyaratkan rindu yang dalam kepadamu Aku tenggelam bersama hujan 'Kan berlabuh di tepi ruang tak berujung Hujan membawa pesan yang dalam Jangan cepat-cepat reda Tak berkedip (tak berkedip), mata berbisik (mata berbisik) Isyaratkan rindu yang dalam kepadamu Aku tenggelam (aku tenggelam) bersama hujan (bersama hujan) 'Kan berlabuh di tepi ruang tak berujung. ------- Menikmati lirik hujan di balik jendela di pagi hari ini, mengisyaratkan pesan sepoi rindu yang tersungkur tadi malam. Diantara secangkir teh hangat yang menjadi teman setia pelipur lara, ku pasti berlabuh disana pasti. Pojok Dormitory, sabtu sendu diirinai rintik rindu.  Dijendela berembun ini kamu ada.

Dimulakan dengan menyebut nama-Nya

 Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahim, Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, goresan kata untaian rasa ini akan dimulai. Semoga menjadi sarana untuk dapat kembali menuliskan kisah perjalanan di tanah rantau dalam rangka menuntut ilmu, belajar memperbaiki diri, memperluas kesyukuran yang terkadang terlenakan dalam dekapan fatamorgana dunia. Semoga kudapat selalu mejaga sebentuk kesyukuran dan menjaga niat yang terkadang buram lalu tercerahkan seiring dengan datangnya liburan akhir semester. Semoga setiap tulisan di blog ini menjadi pengingat bahwa setiap harinya ada 2 malaikat yang selalu membersamai mencatat setiap aktifitas kita dengan detail dan penuh seksama. Alhamdulillah anyway, Mari kita taklukan kebosanan dengan senyuman kamu yang melukis dalam kepalaku, yang seakan selalu bercerita untuk segera pulang membersamai senja diujung kamar kita nanti.