Skip to main content

Ada yang datang, pasti ada yang pergi...lagi


Jum'at pagi yang penuh berkah,

Ibn Abbas reported: 

The Messenger of Allah, peace and blessings be upon him, said, “Take advantage of five before five: your youth before your old age, your health before your illness, your riches before your poverty, your free time before your work, and your life before your death.

Alhamdulillah masih diberikan begitu banyak nikmat, mulai dari malamnya sampai datang paginya sampai nanti akan terus bergulir walau tak pernah berputar kembali waktu yang kemarin. Alhamdulillah bagaimanapun juga, sebongkah kesyukuran diri yang perlu disadarkan bahwa sejatinya kita memang hanya sedang mengumpulkan bekal sebagai tiket pulang nanti dialam kekal.

Mendapati dilini masa, kawan dan sahabat yang pulang ke kotanya masing-masing untuk merajut kembali benang-benang kehidupan dan merangkai bentuk kesyukuran, bahwasanya hidup tak pernah berhenti sampai nyawa dikerongkongan, semoga Allah selalui me-Ridhoi-nya. Terlihat senyum hangat, terekah semangat untuk mengisi hari demi hari, waktu demi waktu, tapi sebut saja itu adalah perjalanan hidup yang setiap episodenya silih berganti tema dan judulnya, itulah dinamika didunia fana.

Menjadi sebuah keniscayaan bahwa dalam setiap waktunya apapun itu akan dipergantikan secara sadar maupun tidak sadar, siang-malam, gelap-terang, tua-muda, sehat-sakit, lapang-sempit, hidup-mati, dan makin banyak kita menyebutkan sudah selayaknya kita membingkai semua dalam sebuah nafas kehidupan, seperti termaktub bahwa yazid wa yankuz-naik dan turun, up and down adalah hal yang tidak bisa dihindari dan terhindari walau didalam lobak semut sekalipun.

Jadi, bersiap-siagalah mendapatkan nomor urut, bersedialah mendapatkan kejutan-kejutan keberkahan, berbaik sangkalah, berhati-hatilah akan kegalauan hati karena perkara dunia, karena kita tidak sedang benar-benar tahu amal baik apa, amal baik mana yang akan membawa kita kepada ke-Ridho-an Nya.

Semangat mengisi hari-hari dengan kebaikan yang penuh keberkahan, sahabat yang disini dan disana. Barakallahu fiikum jami'an


Comments

Popular posts from this blog

Rubahlah diri dalam senyap

Duhai diri, sadarilah bahwa perjalanan hidup didunia ini, keberadaan kita didunia ini adalah penuh dengan ujian dan cobaan. Diperlukan kesabaran yang tak bertepi, dibutuhkan ketahanan dalam menerima dan menyadari bahwa Allah adalah tempat meminta dan memohon pertolongan. 1. Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan kita (2:286) 2. Allah tidak pernah merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu merubah dirinya sendiri (13:11) 3. La Tahzan, innallaha ma ana (9:40) Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, skenario itu akan indah pada waktunya. Setiap Niat pasti akan dipertemukan dengan hasilnya, akan dipertemukan dengan ketentuan Allah. Wilayah kita sebagai hamba adalah berusaha dengan sebaik-baiknya, berusaha sungguh-sungguh, sehingga mintalah yang terbaik dari Allah. Dia lah sebaik-baiknya pelindung, sebagus-bagusnya pengatur kehidupan.  Yakin dan percaya ketetapan Allah adalah yang terbaik. Jangan salahkan orang lain, lihatlah kedalam diri adakah kemaksiatan, salah nia...

Beberes, pindahan gercep!

Selesai juga karantina 0+7 (3+4), Apa maksudnya angka 0, itu adalah awal ketikaa mendarat di negeri formosa, setelah itu menjalani masa karantina di hotel (nasib belum punya apartemen/kos diluar kampus), harus menjalani masa karantina selama 7 hari, karantina 3 hari wajib tidak keluar, setelah itu 4 hari melakukan self-health management (boleh keluar dan berinteraksi) masih menjaga protokol kesehatan, sebelum keluar telah melakukan swab mandiri dan hasilnya negatif. Selesai karantina selama total 8 hari di hotel galaxy, langsung paginya keluar hotel disambut dengan gerimis yang mulai menderas sederas-derasnya, Alhamdulillah diHP sudah ada aplikasi Uber, akhirnya mulai menuju kampus jam 09 pagi dan samapi di dorm. Kalau tidak salah inget biayanya 117NTD. Setelah ditinggal selama kurleb 1 bulan, tidak banyak perubahan pada kamar yang berada di lantai 3 itu, kecuali rekan-rekan sekamar yang sudah pindah ke luar kampus dan ada yang pindah ke asrama lainnya. Setelah melakukan pengumpulan ma...

Alhamdulillah ala kulli hal, Alhamdulillah lagi

 Alhamdulillah anyway, Terkadang kita memang harus menerima kenyataan bahwa kita akan selalu digoda oleh setan untuk berbuat buruk, bahakan ketika berbuat baikpun setan selalu membisikkan kata-kata, agar niat kita tidak lagi lurus, bahkan sangat halus sekali, sehingga kita merasa sudah menjadi sangat baik sekali atau merasa paling baik sedunia, Astaghfirullah hal adzhim. Perasaan ketika berada dalam posisi rendah karena melakukan perbuatan yang buruk, membuat kita terkadang merasakan bahwa seperti memakan cabe, atau seperti jatuh dilubang yang sama berkali-kali, akan tetapi pada diposisi tersebutlah kita belajar bagai mana mengendalikan perasaan agar tidak terpuruk dan tetap berjuang untuk selalu menjadi pemenang melawan hawa nafsu kita sendiri, melawan ego kita sendiri, melawan zona nyaman yang terkadang melenakan. Begitu banyak godaan yang datang ketika kita sedang sendirian atau sedang bersama-sama tetapi serasa sepi terasing dipojok. Begitulah kehidupan kita, harus selalu siap ...