Skip to main content

Menabung Rindu Segenggam Do'a

Sejatinya memang hidup itu pasti naik dan turun, ada masa pasang surutnya, ada kondisi dimana dari yang awal-mulanya rajin menjadi rajin ditambah banget, dari awalnya baik menjadi semakin baik banget atau menjadi jauh lebih baik. Menjadi baik itu bukan harus bersendirian, menepi diujung bukit, berlari menerabas rawe-rawe rantas malang-malang putung, menyeberangi lautan dan berterbangan ke-sana ke-sini (ini manusia atau burung ya?).

Ini bukan cerita tentang jalan hampa tanpa tujuan, karena memang kita akan selalu berpacu dengan waktu bukan dengan untaian kerumitan rindu. Saat pencarian kata rindu yang semakin fana membuat tulisan ini jadi tak berbentuk jelas, tetapi yang berderap panjang adalah sebuah kata yang terselip dalam lirih do'a yang awalnya berbisik dibumi, akhirnya menembus langit. Semoga kau pun tetap berdo'a semampumu walau dengan segenggam keikhlasan. 

Semua rindu itu pasti akan sirna dan kan hadir kembali dengan bentuk dan rupa tak terduga, bertemu berpadu terkadang tanpa pesan lambaian tangan, ya sekedar mampir lalu bergegas menghindari karena sandaran hati hanyalah kepada Sang Pencipta, bukan kepada diri yang selalu dibanjiri ego-superego tak bertuan. Semoga rindumu tak kehilangan arah, seperti malam yang kian berangsur memudar karena sapaan remang cahaya yang setia dengan penuh arti sambut pagi, bahwa hadirnya kata itu tak harus berupa aksara-aksara kosong tak bernurani.

Semoga sisi kerinduanmu itu selalu menyentuh dalam kepasrahan yang menyadarkan bahwa kita hanyalah sepenggal asa, tiada lain selain bersiap diri, mengumpulkan bekal untuk kembali pulang, dengan segenap kesyukuran berbalur kesabaran.

Terima kasih sudah mengetarkan isi hari ini, esok dan kemudian dengan segenggam do'a...percayalah! kamu itu terdalam. Titik.

-------

“O Allah, I take refuge in You from anxiety and sorrow, weakness and laziness, miserliness and cowardice, the burden of debts and from being over powered by men." (Prophet Muhammad SAW, narrated by al-Bukhari)”


Comments

Popular posts from this blog

Rubahlah diri dalam senyap

Duhai diri, sadarilah bahwa perjalanan hidup didunia ini, keberadaan kita didunia ini adalah penuh dengan ujian dan cobaan. Diperlukan kesabaran yang tak bertepi, dibutuhkan ketahanan dalam menerima dan menyadari bahwa Allah adalah tempat meminta dan memohon pertolongan. 1. Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan kita (2:286) 2. Allah tidak pernah merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu merubah dirinya sendiri (13:11) 3. La Tahzan, innallaha ma ana (9:40) Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, skenario itu akan indah pada waktunya. Setiap Niat pasti akan dipertemukan dengan hasilnya, akan dipertemukan dengan ketentuan Allah. Wilayah kita sebagai hamba adalah berusaha dengan sebaik-baiknya, berusaha sungguh-sungguh, sehingga mintalah yang terbaik dari Allah. Dia lah sebaik-baiknya pelindung, sebagus-bagusnya pengatur kehidupan.  Yakin dan percaya ketetapan Allah adalah yang terbaik. Jangan salahkan orang lain, lihatlah kedalam diri adakah kemaksiatan, salah nia...

Beberes, pindahan gercep!

Selesai juga karantina 0+7 (3+4), Apa maksudnya angka 0, itu adalah awal ketikaa mendarat di negeri formosa, setelah itu menjalani masa karantina di hotel (nasib belum punya apartemen/kos diluar kampus), harus menjalani masa karantina selama 7 hari, karantina 3 hari wajib tidak keluar, setelah itu 4 hari melakukan self-health management (boleh keluar dan berinteraksi) masih menjaga protokol kesehatan, sebelum keluar telah melakukan swab mandiri dan hasilnya negatif. Selesai karantina selama total 8 hari di hotel galaxy, langsung paginya keluar hotel disambut dengan gerimis yang mulai menderas sederas-derasnya, Alhamdulillah diHP sudah ada aplikasi Uber, akhirnya mulai menuju kampus jam 09 pagi dan samapi di dorm. Kalau tidak salah inget biayanya 117NTD. Setelah ditinggal selama kurleb 1 bulan, tidak banyak perubahan pada kamar yang berada di lantai 3 itu, kecuali rekan-rekan sekamar yang sudah pindah ke luar kampus dan ada yang pindah ke asrama lainnya. Setelah melakukan pengumpulan ma...

Alhamdulillah ala kulli hal, Alhamdulillah lagi

 Alhamdulillah anyway, Terkadang kita memang harus menerima kenyataan bahwa kita akan selalu digoda oleh setan untuk berbuat buruk, bahakan ketika berbuat baikpun setan selalu membisikkan kata-kata, agar niat kita tidak lagi lurus, bahkan sangat halus sekali, sehingga kita merasa sudah menjadi sangat baik sekali atau merasa paling baik sedunia, Astaghfirullah hal adzhim. Perasaan ketika berada dalam posisi rendah karena melakukan perbuatan yang buruk, membuat kita terkadang merasakan bahwa seperti memakan cabe, atau seperti jatuh dilubang yang sama berkali-kali, akan tetapi pada diposisi tersebutlah kita belajar bagai mana mengendalikan perasaan agar tidak terpuruk dan tetap berjuang untuk selalu menjadi pemenang melawan hawa nafsu kita sendiri, melawan ego kita sendiri, melawan zona nyaman yang terkadang melenakan. Begitu banyak godaan yang datang ketika kita sedang sendirian atau sedang bersama-sama tetapi serasa sepi terasing dipojok. Begitulah kehidupan kita, harus selalu siap ...