Skip to main content

Pulang Menepi Sejenak!

Telah lama mungkin tak menulis cerita,

Bermula dari 13 belas hari bulan pebruari ditahun 2022, dimana wabah covid masih menyekap dunia, berbekal asa untuk menuntut ilmu dinegeri formosa yang terbilang begitu singkat prosesnya. Ceritanya ketika dipenghujung akhir tahun 2021, seorang anak kampung membulatkan tekadnya untuk mengentaskan cita-citanya dapat beasiswa ke negeri seberang, walau dalam masa penantiannya bergumul dengan kebingungan, ketidak nyamanan bersaing dengan umur yang tidak lagi disebut anak muda. Bersaing dengan beasiswa negara apai yang mematok paten diusia 35 Tahun. Sabreg persyaratan meng-ngenes-kan hati, IELTS yang melangit, bersaing dengan para talenta muda super jenius ke ubun-ubun.

Bergabung dalam beraneka ragam grup sosial media, dan berujung pada whatsapp grup beasiswa taiwan 2, mengikuti proses pendaftaran yang berasal dari grup wa dan akhirnya takdir membawa kepada pilihan terbaik. Dibantu pengurusan oleh Zaki teman lama di Malaysia untuk memproses Ijazah Master yang harus diketahui dan sitempel oleh kemendikbud dan kemenlu Malaysia kemudian dibawa untuk legalisir di kantor TETO Malaysia. Terima kasih tak terhingga untuk Zaki. 


Cerita pun disingkat, berburu info via IG, Youtube yang akhirnya bertemu dengan channel PPI Taiwan dan ternyata ada salah satu video teman yang pernah ada dicerita sesion Malaysia ketika selesai Master dan si kawan baru masuk. Mungkin perlu dibuatkan tulisan khusus dengan runutan seperti dibawah ini:

  • Mempersiapkan dokumen, legalisir, cek kesehatan, kirim ijazah ke Malaysia
  • Berburu teman yang akan berangkat via IG dan bertemu dengan orang solo*
  • Harus melewati masa karantina selama 22 hari ketika tiba di Formosa
  • Menikmati karantina sementara di hotel pemerintah, sebelum sampai di hotel Galaxy dan hotel Zhungli business hotel.
  • Pernak-pernik makanan selama karantina 
  • Kendala bahasa, ketika dipesawat china airline, ketika di hotel karantina.
  • Masa Self-helath Management (SHM), menikmati bakso Formosa
  • Bersama KangW diperkenalkan seputaran zhongli, makanan halal, warung Indo, dst
  • Pendampingan Buddy gagal, PPI menemani ditengah musim hujan dan dingin yang menusuk tulang, ikutan hibah PPI di Musholla.
  • Bersemedi di Dorm B-12, dari mahasiswa lokal terganggu tidur, sampai cerita se-dorm dengan Solo, Fiq, Cak.
  • Menjalani Ramadhan 1443H, Idul Fitri dan Idul Adha.
  • Berinteraksi dengan kegiatan-kegiatan NCU-MC dan Formmit Utada
  • Drama dan skenario Prof Tere, "The power of Special Topic"
  • Badminton ajang berinteraksi dengan mahasiswa lokal lab, beli raket second, bermain basket malam, mampir ke lab robot 
  • Sosialisasi obrolan logo halal taiwan dan chiken master
  • Seputaran toko murah, cp bear, night market, cerita street foot wuxing, RT Mart, PX mart 
  • Bersambung...
 ========

Aku pulang menepi sejenak, kawan!

Berbekal rindu yang memang sudah ditabung dari awal proses belajar, sampailah pada hari ahad tertanggal 24 hari dibulan juli ditahun 2022, dimana izin sudah didapat dari supervisor, berangkatlah menuju bandara TPE terminal 2 bertujuan EVA Air. Bangun sesubuh mungkin ditemani oleh piq, cak dan PakS, perjalanan dimulai dari dorm B12 bertigaan menyusuri jalan, menuju backdoor, sudah menunggu PakS yang memang berjanji mendampingi ikut serta untuk mengantar ke terminal 2 TPE, berangkat jam jam 06.15 waktu formosa ditengah summer break melanda. Sampailah di THSR diantar Uber.

Ber-swa-foto bersama didepan, ditengah keramaian. Memang tidak tergesa-gesa karena sudah melakukan cek-in online. Tidak disadari setelah mengantri di konter 24 hasil melihat dari depan layar meja informasi dimanakah EVA berada, akhirnya mengantrilah. Selangkan akan masuk konter, sorang ibu dengan suaminya meminta tolong, agak setengah mengiba bahwa bagasinya kelebihan dana merenget untuk diberikan pertolongan bagasi agar dapat terselamatkan dari dunia yang fana ini. Lah, alih-alih menitipkan bagasinya yang katanya kelebihan, ternyata malah barengan check-in bareng, sontak membuat PakS yang mendampingi saya langsung menghujami si ibu itu dengan kata-kata pemahaman dan pengertian, karena tidak sesuainya janji mulut manis siIbuk ketika menitipkan kelebihan bagasi yang kemudian seakan melakukan-trik menyerobot antrian.

Tak kalah seru lagi, kami berdua dianggap sebagai buruh migran dibawah agensi tertentu, kepalang tanggung semburan nasihat rada tegas kembali di-smash PakS kearah ibu yang berusaha berbahasa dan sesekali menggunakan bahasa asli formosa. Merasa mati angin si ibu itupun meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya itu, sang suami (warga lokal formosa) yang semenjak dari awal mendampingi itupun hanya mengangguk-angguk sepanjang drama penyerobotan itu terjadi diantara summer break yang seakan semakin tinggi saja naiknya.

Setengah sudah reda, si ibu itu ternyata akan bepergian ke Padang, kami pun tidak mengulik kepo lebih jauh karena memang sudah terlanjur mangkel, sambil meninggalkan kounter dan menjawab balas ucapan terima kasih si ibu pembuat trik antrian fomosa yang dikenal tertib antri. 

Bismillah, aku pulang kawan...bersama do'a untuk kembali lagi anti berjuang bersama merajut asa kembali. InsyaAllah kembali dengan semangat baru.

===

Booster pun sudah terlaksana dan masuk kedalam aplikasi Peduli Lindungi, ditengah informasi negara api akan ada booster ke-4. Ampuuuun dah.

Alhamdulillah anyway.


 



Comments

Popular posts from this blog

Rubahlah diri dalam senyap

Duhai diri, sadarilah bahwa perjalanan hidup didunia ini, keberadaan kita didunia ini adalah penuh dengan ujian dan cobaan. Diperlukan kesabaran yang tak bertepi, dibutuhkan ketahanan dalam menerima dan menyadari bahwa Allah adalah tempat meminta dan memohon pertolongan. 1. Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan kita (2:286) 2. Allah tidak pernah merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu merubah dirinya sendiri (13:11) 3. La Tahzan, innallaha ma ana (9:40) Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, skenario itu akan indah pada waktunya. Setiap Niat pasti akan dipertemukan dengan hasilnya, akan dipertemukan dengan ketentuan Allah. Wilayah kita sebagai hamba adalah berusaha dengan sebaik-baiknya, berusaha sungguh-sungguh, sehingga mintalah yang terbaik dari Allah. Dia lah sebaik-baiknya pelindung, sebagus-bagusnya pengatur kehidupan.  Yakin dan percaya ketetapan Allah adalah yang terbaik. Jangan salahkan orang lain, lihatlah kedalam diri adakah kemaksiatan, salah nia...

Beberes, pindahan gercep!

Selesai juga karantina 0+7 (3+4), Apa maksudnya angka 0, itu adalah awal ketikaa mendarat di negeri formosa, setelah itu menjalani masa karantina di hotel (nasib belum punya apartemen/kos diluar kampus), harus menjalani masa karantina selama 7 hari, karantina 3 hari wajib tidak keluar, setelah itu 4 hari melakukan self-health management (boleh keluar dan berinteraksi) masih menjaga protokol kesehatan, sebelum keluar telah melakukan swab mandiri dan hasilnya negatif. Selesai karantina selama total 8 hari di hotel galaxy, langsung paginya keluar hotel disambut dengan gerimis yang mulai menderas sederas-derasnya, Alhamdulillah diHP sudah ada aplikasi Uber, akhirnya mulai menuju kampus jam 09 pagi dan samapi di dorm. Kalau tidak salah inget biayanya 117NTD. Setelah ditinggal selama kurleb 1 bulan, tidak banyak perubahan pada kamar yang berada di lantai 3 itu, kecuali rekan-rekan sekamar yang sudah pindah ke luar kampus dan ada yang pindah ke asrama lainnya. Setelah melakukan pengumpulan ma...

Alhamdulillah ala kulli hal, Alhamdulillah lagi

 Alhamdulillah anyway, Terkadang kita memang harus menerima kenyataan bahwa kita akan selalu digoda oleh setan untuk berbuat buruk, bahakan ketika berbuat baikpun setan selalu membisikkan kata-kata, agar niat kita tidak lagi lurus, bahkan sangat halus sekali, sehingga kita merasa sudah menjadi sangat baik sekali atau merasa paling baik sedunia, Astaghfirullah hal adzhim. Perasaan ketika berada dalam posisi rendah karena melakukan perbuatan yang buruk, membuat kita terkadang merasakan bahwa seperti memakan cabe, atau seperti jatuh dilubang yang sama berkali-kali, akan tetapi pada diposisi tersebutlah kita belajar bagai mana mengendalikan perasaan agar tidak terpuruk dan tetap berjuang untuk selalu menjadi pemenang melawan hawa nafsu kita sendiri, melawan ego kita sendiri, melawan zona nyaman yang terkadang melenakan. Begitu banyak godaan yang datang ketika kita sedang sendirian atau sedang bersama-sama tetapi serasa sepi terasing dipojok. Begitulah kehidupan kita, harus selalu siap ...