Skip to main content

Hidup hanya sekali, bukan?

 


Al Qur'an sering kali dijadikan mas kawin, beserta seperangkat alat sholat lengkap...

Apa yang terjadi setelah akad nikah selesai? sebagian besar Al Qur'annya dijadikan pajangan, disimpan dengan rapi, terkadang samapi berdebu.

Hidup itu sangat singkat, baru kemarin melihat anak bisa berjalan, baru kemarin lulus S1, sekarang sudah mulai menua, kita harus terus tumbuh berkembang. Bagaimana caranya?

1. Perkuatlah VISI, visi jangan hanya tentang dunia, ingin uang, ingin rumah, ingin banyak harta, jangan hanya seputar dunia. Tetapi harus meliputi visi akhirat. Jika hanya visi dunia maka akan mengalami kehampaan, di Jepang ada kursus terseyum yang diikuti oleh orang kaya di Jepang. Robin William mengakhiri hidup dengan bunuh diri, dan beberapa banyak lagi.

Yuk, miliki visi akhirat kita. Ada sebuah contoh; Aku ingin memeluk Rasulullah Muhammad ditempat terhormat.

2. Tetapkan PRIORITAS hidup,

Seorang muslim memprioritaskan yang wajib dan sunnah, nonton bola boleh, nonton badminton, yang mubah boleh, tapi jangan rutin, nonton sepak bola setiap hari. Membaca Al Qur'an menjadi kewajiaban untuk selalu dibaca setiap harinya. Contoh membangun wirausaha, menghafal dulu sambil berwirausaha. Bagaimana menghafal Al Qur'an, menjadi penghafal Al Qur'an kemudin menjadi pemimpin, menjadi milyarder, dst.

Pada kenyataannya, Al Qur'an hanya menjadi pajangan, menjadi simpanan, menjadi barang yang berdebu di sudut ruangan. Yuk, hidup hanya sekali, perbanyak berbuat baik, perbanyak amalan-awalan wajib dan sunnah.

Sumber: Jamil Azzaini - Hidup sekali harus punya arti.

Comments

Popular posts from this blog

Rubahlah diri dalam senyap

Duhai diri, sadarilah bahwa perjalanan hidup didunia ini, keberadaan kita didunia ini adalah penuh dengan ujian dan cobaan. Diperlukan kesabaran yang tak bertepi, dibutuhkan ketahanan dalam menerima dan menyadari bahwa Allah adalah tempat meminta dan memohon pertolongan. 1. Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan kita (2:286) 2. Allah tidak pernah merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu merubah dirinya sendiri (13:11) 3. La Tahzan, innallaha ma ana (9:40) Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, skenario itu akan indah pada waktunya. Setiap Niat pasti akan dipertemukan dengan hasilnya, akan dipertemukan dengan ketentuan Allah. Wilayah kita sebagai hamba adalah berusaha dengan sebaik-baiknya, berusaha sungguh-sungguh, sehingga mintalah yang terbaik dari Allah. Dia lah sebaik-baiknya pelindung, sebagus-bagusnya pengatur kehidupan.  Yakin dan percaya ketetapan Allah adalah yang terbaik. Jangan salahkan orang lain, lihatlah kedalam diri adakah kemaksiatan, salah nia...

Beberes, pindahan gercep!

Selesai juga karantina 0+7 (3+4), Apa maksudnya angka 0, itu adalah awal ketikaa mendarat di negeri formosa, setelah itu menjalani masa karantina di hotel (nasib belum punya apartemen/kos diluar kampus), harus menjalani masa karantina selama 7 hari, karantina 3 hari wajib tidak keluar, setelah itu 4 hari melakukan self-health management (boleh keluar dan berinteraksi) masih menjaga protokol kesehatan, sebelum keluar telah melakukan swab mandiri dan hasilnya negatif. Selesai karantina selama total 8 hari di hotel galaxy, langsung paginya keluar hotel disambut dengan gerimis yang mulai menderas sederas-derasnya, Alhamdulillah diHP sudah ada aplikasi Uber, akhirnya mulai menuju kampus jam 09 pagi dan samapi di dorm. Kalau tidak salah inget biayanya 117NTD. Setelah ditinggal selama kurleb 1 bulan, tidak banyak perubahan pada kamar yang berada di lantai 3 itu, kecuali rekan-rekan sekamar yang sudah pindah ke luar kampus dan ada yang pindah ke asrama lainnya. Setelah melakukan pengumpulan ma...

Alhamdulillah ala kulli hal, Alhamdulillah lagi

 Alhamdulillah anyway, Terkadang kita memang harus menerima kenyataan bahwa kita akan selalu digoda oleh setan untuk berbuat buruk, bahakan ketika berbuat baikpun setan selalu membisikkan kata-kata, agar niat kita tidak lagi lurus, bahkan sangat halus sekali, sehingga kita merasa sudah menjadi sangat baik sekali atau merasa paling baik sedunia, Astaghfirullah hal adzhim. Perasaan ketika berada dalam posisi rendah karena melakukan perbuatan yang buruk, membuat kita terkadang merasakan bahwa seperti memakan cabe, atau seperti jatuh dilubang yang sama berkali-kali, akan tetapi pada diposisi tersebutlah kita belajar bagai mana mengendalikan perasaan agar tidak terpuruk dan tetap berjuang untuk selalu menjadi pemenang melawan hawa nafsu kita sendiri, melawan ego kita sendiri, melawan zona nyaman yang terkadang melenakan. Begitu banyak godaan yang datang ketika kita sedang sendirian atau sedang bersama-sama tetapi serasa sepi terasing dipojok. Begitulah kehidupan kita, harus selalu siap ...