Berada dikampung halaman, ini hanya sementara...sadarilah saudara
Kalau namanya di dunia semuanya pasti fana, sementara bentuknya, hanya sesaat saja, tak ada yang abadi bahkan tidak ada satupun yang sempurna. Sejatinya kita semua adalah penduduk surga, yang sedang mengumpulkan bekal di dunia untuk nantinya dijadikan bekal pulang dan hanya mengharapkan keridhoan-Nya saja.
Berada sementara dikampung halaman, sejak pulang dari negeri formosa adalah sebuah kebahagian tersendiri. Banyak cerita yang tidak dapat terbeli dan dikonversi oleh New Taiwan Dollar (NTD). Ketika kita menginjakkan kaki di negeri yang baru, negara baru atau wilayah baru, secara sadar kita akan mulai mengkonversi dollar ke rupiah, sampaia akhirnya lelah dan kita akan menemukan cara yang lebih mudah untuk mengkonversinya, yaitu dengan merelakan saja, karena akan menjadi beban keseharian jika semuanya selalu dikonversi dengan rupiah atau mata uang apapun.
Berada dikampung halaman sementara, amat sangat dipastikan kita akan mencari makanan yang dulu pernah dan tidak banyak ditemukan cita-rasanya di negeri formosa, walaupun banyak katering-katering berseliweran atau warung yang menyajikan masakan khas dot id, tetapi kita pasti merindukan pempek gerobak, bubur sum-sum gerobakkan, bubur ayam gerobakkan, dan memang sepertinya kesukaan kita akan sama, berpindah dari gerobak satu ke gerobak lainnya.
Dipertengahan tahun ini, agustus 2022, dimana wabah covid-19 sudah berangsur-angsur di kacangin oleh penduduk buni, disaat yang sama masih mengalami kenaikan dalam jumlah angka yang positif atau mengidap C19, tetapi semuanya berjalan seperti sudah normal adanya. Beberapa rekan yang menginformasikan bahawa dikawasan asia, jepang, korea, malaysia dan singapura, varian baru C19 mengalami kenaikan, dengan gejala pilek-batuk, radang tenggorokan, walaupun penderitanya sudah sampai dibooster (vaksin ke-3). Semoga kita selalu dijaga dan sisehatkan ya.
Dikampung halaman sementara ini, berpetualang didunia kuliner sudah hampir mendekati 90%, mulai dari masakan khas rumahan kampung saya; jengkol balado, sayur daun singkong dengan balado ikan tongkol, sayur asam ayam goreng, semur daging, soto bogor, nasi goreng iris, yang gak kalah ketinggalan adalah nasi goreng daun mengkudu buatan emak emang nyoooy. Menikmati petualangan kuliner di kampung yang sementara ini mengkalibrasi citra rasa lidah menjadi Indonesia kembali, saya sering berseloroh kepada teman, Alhamdulillah saya sudah bisa ber-bahasa Indonesia lagi dengan baik dan rada mendingan...hahaha.
Selamat mengisi waktu di kampung sementara sebelum kembali lagi ke negeri Fomosa.

Comments
Post a Comment