Skip to main content

Kurikulum hidup kita?

 Dulu diera Nabi,

Suasana masyarakatnya penuh dengan keburukan, kriminilatas, norma-norma ketidak baikan, jahiliyah segala bentuk yang tidak mengenal kebaikan hanya kepada keburukkan. Allah menurunkan warisan terbesar adalah Al Qur'an bukan mukjizat tongkat nabi musa, singgasana sulaiman, dan nabi2 yang lain yang memiliki mukjizat.


Merubah masyarakat jahiliyah menjadi kuntum khoira ummah, kalian adalah umat terbaik yang terbaik yang pernah dilahirkan dan berkehidupan dibumi, Ternyata, Al Qur'an bukan hanya untuk kalangan Nabi, tetapi semua generasi dari awal sampai akhir kehidupan, dari awal sampai hancurnya kehidupan, Allah menginginkan keadaan yang baik dan dipelajari sebagai pnaduan hidup.

2:185, Al Qur'an diturunkan diwaktu mulia yaitu Ramadhan, kepada nabi yang mulia Nabi Muhammad SAW, dengan mengikuti kurikulum kehidupan melalui Al Qur'an, melalui petunjuk yang diberikan Allah, yang Ar Rahman, Ar Rahim. Allah mengajarkan kepada kita, cara bertutur, bertingkah laku, berfikir dan semua yang membawa kebaikan, bagaimana menjalani kehidupan ini agar baik dan menjadi terbaik?

Huddan, semua firman Allah dari Al Fatihah sampai An Naas adalah kurikulum kehidupan, yang seharunya kita jadikan dan kita gali sebagai sumber petunjuk kehidupan. Keluarkan semua petunjuk dari Al Qur'an, dari semua peran kita, sebagai anak, sebagai bapak, sebagai Ayah, apakah profesi sebagai pedagang, pebisnis, ulama, militer dst, semua keluarkan petunjuknya, gali, perdalam dari Al Qur'an, detailnya ada di dalam hadits, caranya ada contoh dalam sahabat-sahabat Rasulullah dan para ulama terdahulu. Dahsyatnya semua memiliki sanad, orisinilitasnya dapat di cek, semua dapat terlacak. semua diberinkan untuk dijadikan petunjuk oleh generasi emas yang diwariskan, problemnya adalah apakah ada dalam diri kita keyakinan akan Al Qur'an?. Seperti yang dijanjikan Allah, sesungguhnya Allah tidak akan mengingkari janjinya.

Disarikan dari Youtube UAH - Cara menyususn kurikulum hidup berdasar Al-Qur'an.

Comments

Popular posts from this blog

Rubahlah diri dalam senyap

Duhai diri, sadarilah bahwa perjalanan hidup didunia ini, keberadaan kita didunia ini adalah penuh dengan ujian dan cobaan. Diperlukan kesabaran yang tak bertepi, dibutuhkan ketahanan dalam menerima dan menyadari bahwa Allah adalah tempat meminta dan memohon pertolongan. 1. Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan kita (2:286) 2. Allah tidak pernah merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu merubah dirinya sendiri (13:11) 3. La Tahzan, innallaha ma ana (9:40) Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, skenario itu akan indah pada waktunya. Setiap Niat pasti akan dipertemukan dengan hasilnya, akan dipertemukan dengan ketentuan Allah. Wilayah kita sebagai hamba adalah berusaha dengan sebaik-baiknya, berusaha sungguh-sungguh, sehingga mintalah yang terbaik dari Allah. Dia lah sebaik-baiknya pelindung, sebagus-bagusnya pengatur kehidupan.  Yakin dan percaya ketetapan Allah adalah yang terbaik. Jangan salahkan orang lain, lihatlah kedalam diri adakah kemaksiatan, salah nia...

Beberes, pindahan gercep!

Selesai juga karantina 0+7 (3+4), Apa maksudnya angka 0, itu adalah awal ketikaa mendarat di negeri formosa, setelah itu menjalani masa karantina di hotel (nasib belum punya apartemen/kos diluar kampus), harus menjalani masa karantina selama 7 hari, karantina 3 hari wajib tidak keluar, setelah itu 4 hari melakukan self-health management (boleh keluar dan berinteraksi) masih menjaga protokol kesehatan, sebelum keluar telah melakukan swab mandiri dan hasilnya negatif. Selesai karantina selama total 8 hari di hotel galaxy, langsung paginya keluar hotel disambut dengan gerimis yang mulai menderas sederas-derasnya, Alhamdulillah diHP sudah ada aplikasi Uber, akhirnya mulai menuju kampus jam 09 pagi dan samapi di dorm. Kalau tidak salah inget biayanya 117NTD. Setelah ditinggal selama kurleb 1 bulan, tidak banyak perubahan pada kamar yang berada di lantai 3 itu, kecuali rekan-rekan sekamar yang sudah pindah ke luar kampus dan ada yang pindah ke asrama lainnya. Setelah melakukan pengumpulan ma...

Alhamdulillah ala kulli hal, Alhamdulillah lagi

 Alhamdulillah anyway, Terkadang kita memang harus menerima kenyataan bahwa kita akan selalu digoda oleh setan untuk berbuat buruk, bahakan ketika berbuat baikpun setan selalu membisikkan kata-kata, agar niat kita tidak lagi lurus, bahkan sangat halus sekali, sehingga kita merasa sudah menjadi sangat baik sekali atau merasa paling baik sedunia, Astaghfirullah hal adzhim. Perasaan ketika berada dalam posisi rendah karena melakukan perbuatan yang buruk, membuat kita terkadang merasakan bahwa seperti memakan cabe, atau seperti jatuh dilubang yang sama berkali-kali, akan tetapi pada diposisi tersebutlah kita belajar bagai mana mengendalikan perasaan agar tidak terpuruk dan tetap berjuang untuk selalu menjadi pemenang melawan hawa nafsu kita sendiri, melawan ego kita sendiri, melawan zona nyaman yang terkadang melenakan. Begitu banyak godaan yang datang ketika kita sedang sendirian atau sedang bersama-sama tetapi serasa sepi terasing dipojok. Begitulah kehidupan kita, harus selalu siap ...