Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Semoga Allah yang selalu membolak-balikkan hati selalu menjaga niat baik dan memberikan guidence atau arahan bagi kehidupan atau perjalanan hidup kita semua. Aamiin ya Rabbal'alamiin.
Baru saja menyimak sebuah podcast di youtube, tentang seorang yang hidupnya sangat minimalis tetapi dia bahagia, dengan konsep hidup yang sederhana dan pola pikir yang visioner, tetapi ada hal yang menurut saya jadi kontradiksi ketika dia itu ditanya terkait dengan pasangan hidupnya, kenapa belum menikah juga sampai saat ini, rumah sudah punya, kerjaan atau penghasilan sudah ada, dst. Konsep tentang menikah nanti bagaimana? apakah anda ingin punya anak?, konsep tentang berbakti kepada orang tua, kok semakin lama saya menyimak wawancaranya semakin membuat saya yakin bahwa si dia ini kehilangan niat akhiratnya. Maafkan, ini adalah sekedar sudut pandang saya sebagai netizen.
Iya, ini menurut pandangan saya ya, kehilangan niat akhiratnya itu bagaimana maksudnya, sebagai contoh ketika dia bercerita tentang menolak diberikan barang sederhana seperti sendok dari orang tuanya, dia menolak dengan halus, ini menjadi alasan kenapa untuk hal yang sederhana dalam menerima hadiah dari orang tua ini tidak diterima. Ada perkataanya lagi terkait dengan memiliki pasangan, bahwa dia mengatakan bahwa pasangannya tidak mengerti kariernya, tidak mengerti prosesnya ketika sedang meniti karir didunia entertainer, jika dari sudut pandang saya yang mendukung pada pendapat si pewawancara, bahwa kita tidak akan pernah menemukan orang yang sempurna siapapun dia, bahwakn bisa jadi kita sendiri adalah orang tidak sempurna bagi pasangan kita dan berlaku sebaliknya. Sadarilah bahawa kita dalam berpasangan adalah tidak sempurna, seperti yang dilogikakn oleh tulus dalam lagunya SEPATU, ada kanan ada kiri, ada perempuan ada laki-laki, dan tentunya punya karakter yang berbeda ketika kita bicara tekait dengan karakter atau kepribadian laki dan perempuan. Ada juga istilah kabel merah dan kabel biru itu diikat menjadi satu, katakan dalam ikatan pernikahan, yang tidak perlu dirubah atau disatukan kabel merah dan kabel biru biasanya bisa terjadi korsleting.
Apakah anda berniat punya anak? ketika menjawab pertanyaan ini menjadi berputar putar, konsep tentang kesederhanaan terntang hidup mulai terjadi kontradiksi, konsep nahagianya mulai kehilangan orientasi, dia menjawab sebelum diakhirnya bilang mau punya anak nantinya tetapi diwali dengan saya suka mainan, action figure yang sangat disayangi kurang lebih seperti itu, tetapi menurut saya itukan kepada benda mati bukan kepada makhluk atau ciptaan Allah. Akhirnya, sayapun close tombol x dan melakukan aktifitas lain. Sambil mencoba mengurai kembali, konsep apapun jika tidak diniatkan sebagai sebuah produktifitas sebuah capaian yang hanya mentok sampai campaina dunia, bersiaplah akan mendapatkan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang terkadang jadi tidak sinkron dan terkesan susah untuk dijawab.
Pelajaran yang saya dapat hari ini adalah mari kita perbarui niat kita, mari kita luruskan kembali niat kita, mari kita luaskan niat kita, bukan hanya untuk capain atau prestasi sesasaat tetapi prestasi yang menghantarkan kita kepada kebermanfaatan orang banyak, juga si orang yang berprestasi sendiri, jadi dengan menolong orang lain value atau nilai kebahagian itu akan tercapai, bukan hanya untuk diri sendiri saja.
Memang ada saatnya kita perlu ME TIME, tetapi jangan lupa perlu mengenali YOUR TIME dengan anggota keluarga sanak family dan seterusnya sampai dengan lingkungan yang luas. Sebenarnya bagi seorang muslim jika semuanya JUST FOR ALLAH dan terus menjaga dan memantaskan diri menjadi seorang muslim sejati, InsyaAllah akan terjadi keajaiban diwaktu apapun.
Salam thinker, sukses dunia akhirat.

Comments
Post a Comment