Skip to main content

Perjalanan 0+7 Karantina

 Bersyukur kepada Allah selalu ya kawan,


Apa pun yang terjadi memang kita sebagai hamba adalah hanya mampu merencanakan, sedangkan hasilnya adalah takdir atau ketetapan Allah SWT. Seorang sahabat mengingatkan, bahwa kita ranahnya adalah berusaha atau berikhtiar dengan baik, tentunya dengan jalan yang baik dan halal atau halalan thoyyib, kenapa? ya agar Allah meridhoi-Nya, selalu memberikan kemudahan serta kelancaran. Karena memang hambatan atau kesulitan demi kesulitan akan selalu menghiasi disetiap perjalanan kita, disetiap pos atau disetiap momen kita, disitulah kita melakukan ujian-ujian, tes-demi-tes kehidupan itu semua adalah sunnatullah. Karena kita lah yang sudah terpilih, sudah berkompetisi dari jutaan calon kehidupan sehingga kita memenangkan kompetisi untuk lahir kedunia yang fana ini.

Pada saat saya menulis blog ini, ditengah kondisi pandemi yang mulai berakhir terutama dinegeri Formosa. Hari ini adalah kali ke dua saya memasuki negeri ini, bersyukur kali ini masa karantina hanya sampai 8 hari saja, (0 saat mendarat+7 hari karantina), 4 hari karantina+3 hari self-health management. Tidak seperti 22 hari pada awal saya memasuki Formosa, pada hari ahad 13 Februari 2022 masih berlaku melakukan karantina samapai total 22 hari dengan biaya yang tidak sedikit, walau memang akhirnya mendapatkan subsidi sebesar 15.000NTD oleh pemerintah. Kali ini ditempat yang sama di Hotel galaxy melakukan rangkaian karantina. InsyaAllah pada 1 sepetember 2022 akan berlaku hanya self health mnagement (SHM) sebanyak 7 hari bisa dilakukan dirumah atau dikos-an. Beberapa teman saya memilih atau menggeser waktu keberangkatan ke formosa pada tanggal 1 sepetember agar tidak terkena aturan harus karantina di Hotel, karena memang teman saya sudah ada kos atau tempat tinggal jauh sebelum saya datang. Pilihan saya sekarang di asrama/dormitory kampus.

Perlakuan pandemi menjelang berakhir ini InsyaAllah, terutama dibandara pada saat saya mendarat pada hari sabtu, 27 Agustus 2022 penumpang yang turun melalui bandara diberikan 2 alat Rapid test mandiri, kemudian melakukan pengambilan saliva atau ludah lalu diserahkan kembali kepetugas kesehatan bandara setelah itu selesai menuju TAXI bandara yang sudah siap berdasarkan link yang sudah didisi bersamaan dengan kedatangan kita di bandara TPE, perjalanan dari bandara ke Galaxy Hotel kurang lebih 30 menit dengan argo 810NTD, check in masuk kamar 202. Setelah petugas hotel terlupa untuk menagih sebanyak 2000NTD x 8 hari, saya kembali ke lanatai 1 resepsionis hotel untuk bayar menggunakan kartu Post Bank, Alhamdulillah selesai pembayaran.

Saatnya mengisi waktu karantina....Bismillah.


Comments

Popular posts from this blog

Rubahlah diri dalam senyap

Duhai diri, sadarilah bahwa perjalanan hidup didunia ini, keberadaan kita didunia ini adalah penuh dengan ujian dan cobaan. Diperlukan kesabaran yang tak bertepi, dibutuhkan ketahanan dalam menerima dan menyadari bahwa Allah adalah tempat meminta dan memohon pertolongan. 1. Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan kita (2:286) 2. Allah tidak pernah merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu merubah dirinya sendiri (13:11) 3. La Tahzan, innallaha ma ana (9:40) Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, skenario itu akan indah pada waktunya. Setiap Niat pasti akan dipertemukan dengan hasilnya, akan dipertemukan dengan ketentuan Allah. Wilayah kita sebagai hamba adalah berusaha dengan sebaik-baiknya, berusaha sungguh-sungguh, sehingga mintalah yang terbaik dari Allah. Dia lah sebaik-baiknya pelindung, sebagus-bagusnya pengatur kehidupan.  Yakin dan percaya ketetapan Allah adalah yang terbaik. Jangan salahkan orang lain, lihatlah kedalam diri adakah kemaksiatan, salah nia...

Beberes, pindahan gercep!

Selesai juga karantina 0+7 (3+4), Apa maksudnya angka 0, itu adalah awal ketikaa mendarat di negeri formosa, setelah itu menjalani masa karantina di hotel (nasib belum punya apartemen/kos diluar kampus), harus menjalani masa karantina selama 7 hari, karantina 3 hari wajib tidak keluar, setelah itu 4 hari melakukan self-health management (boleh keluar dan berinteraksi) masih menjaga protokol kesehatan, sebelum keluar telah melakukan swab mandiri dan hasilnya negatif. Selesai karantina selama total 8 hari di hotel galaxy, langsung paginya keluar hotel disambut dengan gerimis yang mulai menderas sederas-derasnya, Alhamdulillah diHP sudah ada aplikasi Uber, akhirnya mulai menuju kampus jam 09 pagi dan samapi di dorm. Kalau tidak salah inget biayanya 117NTD. Setelah ditinggal selama kurleb 1 bulan, tidak banyak perubahan pada kamar yang berada di lantai 3 itu, kecuali rekan-rekan sekamar yang sudah pindah ke luar kampus dan ada yang pindah ke asrama lainnya. Setelah melakukan pengumpulan ma...

Alhamdulillah ala kulli hal, Alhamdulillah lagi

 Alhamdulillah anyway, Terkadang kita memang harus menerima kenyataan bahwa kita akan selalu digoda oleh setan untuk berbuat buruk, bahakan ketika berbuat baikpun setan selalu membisikkan kata-kata, agar niat kita tidak lagi lurus, bahkan sangat halus sekali, sehingga kita merasa sudah menjadi sangat baik sekali atau merasa paling baik sedunia, Astaghfirullah hal adzhim. Perasaan ketika berada dalam posisi rendah karena melakukan perbuatan yang buruk, membuat kita terkadang merasakan bahwa seperti memakan cabe, atau seperti jatuh dilubang yang sama berkali-kali, akan tetapi pada diposisi tersebutlah kita belajar bagai mana mengendalikan perasaan agar tidak terpuruk dan tetap berjuang untuk selalu menjadi pemenang melawan hawa nafsu kita sendiri, melawan ego kita sendiri, melawan zona nyaman yang terkadang melenakan. Begitu banyak godaan yang datang ketika kita sedang sendirian atau sedang bersama-sama tetapi serasa sepi terasing dipojok. Begitulah kehidupan kita, harus selalu siap ...