Skip to main content

Tontonan atau tuntunan?

Membaca status seseorang baik di media sosial menjadi salah satu aktifitas tambahan ataupun aktifitas utama, tergantung dari sudut pandang si pengguna. Ibaratnya menjadi dua sisi mata uang, bisa dilihat dari kebermanfaatan atau sekedar menghabisakan waktu yang tak pasti, menjalani serta mengisi hari.


Membaca dan mengamati di lini masa setiap pembuat konten atau content creator terkadang membawa inspirasi tersendiri, terlepas itu membawa kebaikan atau kesia-sia-an atau yang sekedar killing time, membunuh sepi mengisi hari, mencari segenggam inspirasi walau terkadang membawa jauh menjadi tak terkendali ditambah semakin tak pasti.

Akan terlihat dan terasa sebuah konten menjadi hanya sebagai tontonan atau mampu dijadikan sebagai tuntunan. Terlebih lagi mampu menggerakkan yang menonton untuk memotivasi dirinya menjadi jauh lebih baik, menjadikan tontonan sebagai sebuah jalan perbaikan untuk yang menyimaknya atau yang membuatnya, minimal dalam mempelajari sebuah tontonan atau membaca atau menikmatinya adalah sebuah bagian dari memanfaatkan waktu dalam hidup kita.

Terlepas dari itu semua, semoga apa yang sudah-akan kita lakukan menjadi sebuah amal baik, minimal tidak merugikan dan membawa ketidak bermanfaatan. Selamat menginspirasi, selamat membuat isi atau konten-konten kebaikan teman-teman semua. Karena kembali lagi kepada niat awal kita untuk membuat isi/konten di sosial media.

Wallahu'alam.

Comments

Popular posts from this blog

Rubahlah diri dalam senyap

Duhai diri, sadarilah bahwa perjalanan hidup didunia ini, keberadaan kita didunia ini adalah penuh dengan ujian dan cobaan. Diperlukan kesabaran yang tak bertepi, dibutuhkan ketahanan dalam menerima dan menyadari bahwa Allah adalah tempat meminta dan memohon pertolongan. 1. Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan kita (2:286) 2. Allah tidak pernah merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu merubah dirinya sendiri (13:11) 3. La Tahzan, innallaha ma ana (9:40) Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, skenario itu akan indah pada waktunya. Setiap Niat pasti akan dipertemukan dengan hasilnya, akan dipertemukan dengan ketentuan Allah. Wilayah kita sebagai hamba adalah berusaha dengan sebaik-baiknya, berusaha sungguh-sungguh, sehingga mintalah yang terbaik dari Allah. Dia lah sebaik-baiknya pelindung, sebagus-bagusnya pengatur kehidupan.  Yakin dan percaya ketetapan Allah adalah yang terbaik. Jangan salahkan orang lain, lihatlah kedalam diri adakah kemaksiatan, salah nia...

Beberes, pindahan gercep!

Selesai juga karantina 0+7 (3+4), Apa maksudnya angka 0, itu adalah awal ketikaa mendarat di negeri formosa, setelah itu menjalani masa karantina di hotel (nasib belum punya apartemen/kos diluar kampus), harus menjalani masa karantina selama 7 hari, karantina 3 hari wajib tidak keluar, setelah itu 4 hari melakukan self-health management (boleh keluar dan berinteraksi) masih menjaga protokol kesehatan, sebelum keluar telah melakukan swab mandiri dan hasilnya negatif. Selesai karantina selama total 8 hari di hotel galaxy, langsung paginya keluar hotel disambut dengan gerimis yang mulai menderas sederas-derasnya, Alhamdulillah diHP sudah ada aplikasi Uber, akhirnya mulai menuju kampus jam 09 pagi dan samapi di dorm. Kalau tidak salah inget biayanya 117NTD. Setelah ditinggal selama kurleb 1 bulan, tidak banyak perubahan pada kamar yang berada di lantai 3 itu, kecuali rekan-rekan sekamar yang sudah pindah ke luar kampus dan ada yang pindah ke asrama lainnya. Setelah melakukan pengumpulan ma...

Alhamdulillah ala kulli hal, Alhamdulillah lagi

 Alhamdulillah anyway, Terkadang kita memang harus menerima kenyataan bahwa kita akan selalu digoda oleh setan untuk berbuat buruk, bahakan ketika berbuat baikpun setan selalu membisikkan kata-kata, agar niat kita tidak lagi lurus, bahkan sangat halus sekali, sehingga kita merasa sudah menjadi sangat baik sekali atau merasa paling baik sedunia, Astaghfirullah hal adzhim. Perasaan ketika berada dalam posisi rendah karena melakukan perbuatan yang buruk, membuat kita terkadang merasakan bahwa seperti memakan cabe, atau seperti jatuh dilubang yang sama berkali-kali, akan tetapi pada diposisi tersebutlah kita belajar bagai mana mengendalikan perasaan agar tidak terpuruk dan tetap berjuang untuk selalu menjadi pemenang melawan hawa nafsu kita sendiri, melawan ego kita sendiri, melawan zona nyaman yang terkadang melenakan. Begitu banyak godaan yang datang ketika kita sedang sendirian atau sedang bersama-sama tetapi serasa sepi terasing dipojok. Begitulah kehidupan kita, harus selalu siap ...