Skip to main content

Dahulukan iman dari logika?

Syetan bisa menunggangi pikiran kita, selalu mengagungkan dengan akal, wajib berlogika. 

Contoh pertanyaan tentang buah khuldi, buahnya seperti apa?, beratnya seberapa?, rasanya gimana?, pohonnya segeda apa? apa, apa, apa? klo tau juga gak ada manfaatnya, jika tidak tau atau bodoh juga tidak merubah. Jadi dido'akan saja orang-orang yang pikirannya selalu detail terkait dengan perkara-perkara bukan perkara keimanan tetapi mengedepankan logika.

Saya pernah menerima email dan juga pertanyaan, kurang lebih seperti ini; jika Allah menciptakan batu besar, dan Dia tidak bisa mengangkatnya? Ini juga menurut saya contoh pertanyaan yang pada prinsipnya menggangu bentuk dan rasa ke Tauhidan kita kepada Allah. Pertanyaan terkait batu diatas, dijawab dan tidak jawab tidak akan merubah kehidupan kita, akan tetapi jika kita fokus pada logika maka syaitan akan selalu mengganggu dan membisikkan seribu satu pertanyaan lainnya. Jika kita kembali kepada pertanyaan terkait batu tersebut, itu namanya bukan Allah SWT itu adalah makhluk. Mari kita kenal dengan mendalami asma-Nya, 99 namaNya.

====

Kita punya rencana, Allah juga punya rencana, bisa selaras bisa tidak, Allah lah yang memiliki dan selalu mengenggam diri kita, jadi yakinlah Allah tau yang terbaik buat hambanya.

Tetap semangat menjadi lebih baik kawan!

Comments

Popular posts from this blog

Rubahlah diri dalam senyap

Duhai diri, sadarilah bahwa perjalanan hidup didunia ini, keberadaan kita didunia ini adalah penuh dengan ujian dan cobaan. Diperlukan kesabaran yang tak bertepi, dibutuhkan ketahanan dalam menerima dan menyadari bahwa Allah adalah tempat meminta dan memohon pertolongan. 1. Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan kita (2:286) 2. Allah tidak pernah merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu merubah dirinya sendiri (13:11) 3. La Tahzan, innallaha ma ana (9:40) Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, skenario itu akan indah pada waktunya. Setiap Niat pasti akan dipertemukan dengan hasilnya, akan dipertemukan dengan ketentuan Allah. Wilayah kita sebagai hamba adalah berusaha dengan sebaik-baiknya, berusaha sungguh-sungguh, sehingga mintalah yang terbaik dari Allah. Dia lah sebaik-baiknya pelindung, sebagus-bagusnya pengatur kehidupan.  Yakin dan percaya ketetapan Allah adalah yang terbaik. Jangan salahkan orang lain, lihatlah kedalam diri adakah kemaksiatan, salah nia...

Beberes, pindahan gercep!

Selesai juga karantina 0+7 (3+4), Apa maksudnya angka 0, itu adalah awal ketikaa mendarat di negeri formosa, setelah itu menjalani masa karantina di hotel (nasib belum punya apartemen/kos diluar kampus), harus menjalani masa karantina selama 7 hari, karantina 3 hari wajib tidak keluar, setelah itu 4 hari melakukan self-health management (boleh keluar dan berinteraksi) masih menjaga protokol kesehatan, sebelum keluar telah melakukan swab mandiri dan hasilnya negatif. Selesai karantina selama total 8 hari di hotel galaxy, langsung paginya keluar hotel disambut dengan gerimis yang mulai menderas sederas-derasnya, Alhamdulillah diHP sudah ada aplikasi Uber, akhirnya mulai menuju kampus jam 09 pagi dan samapi di dorm. Kalau tidak salah inget biayanya 117NTD. Setelah ditinggal selama kurleb 1 bulan, tidak banyak perubahan pada kamar yang berada di lantai 3 itu, kecuali rekan-rekan sekamar yang sudah pindah ke luar kampus dan ada yang pindah ke asrama lainnya. Setelah melakukan pengumpulan ma...

Alhamdulillah ala kulli hal, Alhamdulillah lagi

 Alhamdulillah anyway, Terkadang kita memang harus menerima kenyataan bahwa kita akan selalu digoda oleh setan untuk berbuat buruk, bahakan ketika berbuat baikpun setan selalu membisikkan kata-kata, agar niat kita tidak lagi lurus, bahkan sangat halus sekali, sehingga kita merasa sudah menjadi sangat baik sekali atau merasa paling baik sedunia, Astaghfirullah hal adzhim. Perasaan ketika berada dalam posisi rendah karena melakukan perbuatan yang buruk, membuat kita terkadang merasakan bahwa seperti memakan cabe, atau seperti jatuh dilubang yang sama berkali-kali, akan tetapi pada diposisi tersebutlah kita belajar bagai mana mengendalikan perasaan agar tidak terpuruk dan tetap berjuang untuk selalu menjadi pemenang melawan hawa nafsu kita sendiri, melawan ego kita sendiri, melawan zona nyaman yang terkadang melenakan. Begitu banyak godaan yang datang ketika kita sedang sendirian atau sedang bersama-sama tetapi serasa sepi terasing dipojok. Begitulah kehidupan kita, harus selalu siap ...