Skip to main content

Sakit Kehilangan HP

 Sakit itu penggugur dosa!

Menurunnya tingkat kebugaran menyebabkan tubuh menjadi sakit, menurun tingkat kesehatan dari kondisi normal. Sakit bukan hanya terjadi pada tubuh atau jasad tetapi bisa menjalar kepada penyakit atau sakit psikis dan juga bisa karena penyakit pola pikir.

Ada yang sakit dikarenakan kehilangan HP kesayangannya, sebagai contoh hilangnya sesuatu bukan hanya barang berharga, tetapi hilangnya seseorang yang kita cintai bisa menjadikan kita sakit secara psikis atau terguncangnya dari sisi kejiwaan. dan banyak lagi sakit yang kita alami sebagai manusia dalam rentang perjalanan waktu yang tidak pendek sambil menghabiskan jatah waktu kita didunia ini.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diingat ketika sedang sakit;

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim ra berkata “ Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit dan juga kesedihan bahkan sampai kesusahan yang menyusahkan, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya". Jatuh sakit adalah penawar dari perbuatan dosa yang telah dilakukan. 

Dalam surah Asy-Syura ayat 30 yang artinya :” Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu). Setiap musibah yang kita alami adalah untuk kebaikan diri kita sendiri. 

Rasulullah SAW bersabda,”bahkan jika duri menusuk salah satu dari anda, itu akan menebus sebagian dari dosa anda,”(HR Bukhari-Muslim).

Semoga kita selalu bersyukur dan bersabar!


Comments

Popular posts from this blog

Rubahlah diri dalam senyap

Duhai diri, sadarilah bahwa perjalanan hidup didunia ini, keberadaan kita didunia ini adalah penuh dengan ujian dan cobaan. Diperlukan kesabaran yang tak bertepi, dibutuhkan ketahanan dalam menerima dan menyadari bahwa Allah adalah tempat meminta dan memohon pertolongan. 1. Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan kita (2:286) 2. Allah tidak pernah merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu merubah dirinya sendiri (13:11) 3. La Tahzan, innallaha ma ana (9:40) Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, skenario itu akan indah pada waktunya. Setiap Niat pasti akan dipertemukan dengan hasilnya, akan dipertemukan dengan ketentuan Allah. Wilayah kita sebagai hamba adalah berusaha dengan sebaik-baiknya, berusaha sungguh-sungguh, sehingga mintalah yang terbaik dari Allah. Dia lah sebaik-baiknya pelindung, sebagus-bagusnya pengatur kehidupan.  Yakin dan percaya ketetapan Allah adalah yang terbaik. Jangan salahkan orang lain, lihatlah kedalam diri adakah kemaksiatan, salah nia...

Beberes, pindahan gercep!

Selesai juga karantina 0+7 (3+4), Apa maksudnya angka 0, itu adalah awal ketikaa mendarat di negeri formosa, setelah itu menjalani masa karantina di hotel (nasib belum punya apartemen/kos diluar kampus), harus menjalani masa karantina selama 7 hari, karantina 3 hari wajib tidak keluar, setelah itu 4 hari melakukan self-health management (boleh keluar dan berinteraksi) masih menjaga protokol kesehatan, sebelum keluar telah melakukan swab mandiri dan hasilnya negatif. Selesai karantina selama total 8 hari di hotel galaxy, langsung paginya keluar hotel disambut dengan gerimis yang mulai menderas sederas-derasnya, Alhamdulillah diHP sudah ada aplikasi Uber, akhirnya mulai menuju kampus jam 09 pagi dan samapi di dorm. Kalau tidak salah inget biayanya 117NTD. Setelah ditinggal selama kurleb 1 bulan, tidak banyak perubahan pada kamar yang berada di lantai 3 itu, kecuali rekan-rekan sekamar yang sudah pindah ke luar kampus dan ada yang pindah ke asrama lainnya. Setelah melakukan pengumpulan ma...

Alhamdulillah ala kulli hal, Alhamdulillah lagi

 Alhamdulillah anyway, Terkadang kita memang harus menerima kenyataan bahwa kita akan selalu digoda oleh setan untuk berbuat buruk, bahakan ketika berbuat baikpun setan selalu membisikkan kata-kata, agar niat kita tidak lagi lurus, bahkan sangat halus sekali, sehingga kita merasa sudah menjadi sangat baik sekali atau merasa paling baik sedunia, Astaghfirullah hal adzhim. Perasaan ketika berada dalam posisi rendah karena melakukan perbuatan yang buruk, membuat kita terkadang merasakan bahwa seperti memakan cabe, atau seperti jatuh dilubang yang sama berkali-kali, akan tetapi pada diposisi tersebutlah kita belajar bagai mana mengendalikan perasaan agar tidak terpuruk dan tetap berjuang untuk selalu menjadi pemenang melawan hawa nafsu kita sendiri, melawan ego kita sendiri, melawan zona nyaman yang terkadang melenakan. Begitu banyak godaan yang datang ketika kita sedang sendirian atau sedang bersama-sama tetapi serasa sepi terasing dipojok. Begitulah kehidupan kita, harus selalu siap ...