Skip to main content

CALM THEORY, untuk sebuah harapan.

 Bismillah,

Akhir-akhir ini, sebuah loncatan keinginan untuk membuat buku atau mungkin sebuah perjalanan dalam mengevaluasi diri yang sudah dibilang tidak muda lagi (inget umur ya?). Terinspirasi oleh sebuah buku dan audio talk terkait dengan Pola-Pola Pertolongan Allah (PPA). Memang yang melatar belakanginya adalah setiap orang yang sukses atau berhasil dalam hidup didunia ini pasti ada yang berhasil atau sukses ada juga yang tidak sukses atau belum mendapatkan ke suksesan.

Apa saja atau apa yang membuat orang menjadi sukses secara finansial, jabatan atau tahta, sukses secara public speaking atau pabrik kata-kata yang menginspirasi, sukses dalam menata hati dan sukses-sukses lainnya. Semuanya pasti mempunya pola, banyak buku yang sudah membahasnya bagaimana setiap orang itu bisa dan akan menjadi sukses dengan mengikuti langkah-langkah setidaknya dengan meng-copy, meniru atau melakukan fotocopy terhadap aktifitas, tingkah dan perilaku orang-orang yang sukses.


Begitupun dengan orang-orang yang ditolong oleh Allah, mereka mempunyai kesamaan dalam hal melakukan aktifitas-aktifitas yang mempunyai kesamaan atau pola yang sama.  Itulah yang menjadi bahan ATM (amati, tiru dan modifikasi) pada judul buku yang akan dicoba paksakan untuk dituliskan dalam perjalanan ketika berada jauh dari keluarga walau terasa dekat dalam hal komunikasi via video-call dan sosial media yang lain.  Keinginan untuk memberikan judul dalam bahasa indonesia dengan judul TEORI KALEM, walau belum dicari apakah kata kalem itu ada dalam kamus besar bahasa Indonesia, apa lenih baik menggunakan kata dalam bahasa inggris yang artinya CALM, yang nantinya C nya akan dideskripsikan dengan kata misalnya COMMITMENT, A nya dengan AGILE ini baru draft kasar, L nya dengan L....dan M nya dengan M...., pesan yang ingin disampaikan adalah, kurang lebih sama dengan konsep PPA, yaitu ketika mendapatkan ujian atau cobaan dari Allah, yang perlu dilakukan adalah bersikap KALEM atau Tenang terlebih dahulu, temukan pesan cinta-Nya, apa yang Allah sedang berikan kepada kita, kita ajak berkomunikasi dengan jalan menggelar sajadah, berkomunikasi meminta petunjuk dan berdo'a sambil melakukan aktifitas-aktifitas ibadah, setelah itu semua baru melakukan ikhtiar, yaitu mencari solusi atas permasalahn yang sedang kita hadapi. 

Bersikap CALM atau KALEM atau Tenang akan membuat kita semakin terarah, lebih menjaga niat, lebih banyak mendekat kepada Allah lagi. Banyak istighfar atas segala lintasan hati, perkataan yang tidak bermanfaat, jadi perbanyaklah mengingat Allah, perbanyak berdzikir dimanapun dan kapanpun, sesuaikan dengan waktu dan tempatnya.

Jadi, semoga Allah memudahkan dalam menuliskan atau membuat CALM THEORY ini menjadi buku yang dapat dijadikan bahan muhasabah diri, bahan evaluasi diri sendiri, sebelum orang lain. Bantu ya Allah, semoga engkau me-Ridhoinya. Aamiin ya Rabb. 

Comments

Popular posts from this blog

Rubahlah diri dalam senyap

Duhai diri, sadarilah bahwa perjalanan hidup didunia ini, keberadaan kita didunia ini adalah penuh dengan ujian dan cobaan. Diperlukan kesabaran yang tak bertepi, dibutuhkan ketahanan dalam menerima dan menyadari bahwa Allah adalah tempat meminta dan memohon pertolongan. 1. Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan kita (2:286) 2. Allah tidak pernah merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu merubah dirinya sendiri (13:11) 3. La Tahzan, innallaha ma ana (9:40) Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, skenario itu akan indah pada waktunya. Setiap Niat pasti akan dipertemukan dengan hasilnya, akan dipertemukan dengan ketentuan Allah. Wilayah kita sebagai hamba adalah berusaha dengan sebaik-baiknya, berusaha sungguh-sungguh, sehingga mintalah yang terbaik dari Allah. Dia lah sebaik-baiknya pelindung, sebagus-bagusnya pengatur kehidupan.  Yakin dan percaya ketetapan Allah adalah yang terbaik. Jangan salahkan orang lain, lihatlah kedalam diri adakah kemaksiatan, salah nia...

Beberes, pindahan gercep!

Selesai juga karantina 0+7 (3+4), Apa maksudnya angka 0, itu adalah awal ketikaa mendarat di negeri formosa, setelah itu menjalani masa karantina di hotel (nasib belum punya apartemen/kos diluar kampus), harus menjalani masa karantina selama 7 hari, karantina 3 hari wajib tidak keluar, setelah itu 4 hari melakukan self-health management (boleh keluar dan berinteraksi) masih menjaga protokol kesehatan, sebelum keluar telah melakukan swab mandiri dan hasilnya negatif. Selesai karantina selama total 8 hari di hotel galaxy, langsung paginya keluar hotel disambut dengan gerimis yang mulai menderas sederas-derasnya, Alhamdulillah diHP sudah ada aplikasi Uber, akhirnya mulai menuju kampus jam 09 pagi dan samapi di dorm. Kalau tidak salah inget biayanya 117NTD. Setelah ditinggal selama kurleb 1 bulan, tidak banyak perubahan pada kamar yang berada di lantai 3 itu, kecuali rekan-rekan sekamar yang sudah pindah ke luar kampus dan ada yang pindah ke asrama lainnya. Setelah melakukan pengumpulan ma...

Alhamdulillah ala kulli hal, Alhamdulillah lagi

 Alhamdulillah anyway, Terkadang kita memang harus menerima kenyataan bahwa kita akan selalu digoda oleh setan untuk berbuat buruk, bahakan ketika berbuat baikpun setan selalu membisikkan kata-kata, agar niat kita tidak lagi lurus, bahkan sangat halus sekali, sehingga kita merasa sudah menjadi sangat baik sekali atau merasa paling baik sedunia, Astaghfirullah hal adzhim. Perasaan ketika berada dalam posisi rendah karena melakukan perbuatan yang buruk, membuat kita terkadang merasakan bahwa seperti memakan cabe, atau seperti jatuh dilubang yang sama berkali-kali, akan tetapi pada diposisi tersebutlah kita belajar bagai mana mengendalikan perasaan agar tidak terpuruk dan tetap berjuang untuk selalu menjadi pemenang melawan hawa nafsu kita sendiri, melawan ego kita sendiri, melawan zona nyaman yang terkadang melenakan. Begitu banyak godaan yang datang ketika kita sedang sendirian atau sedang bersama-sama tetapi serasa sepi terasing dipojok. Begitulah kehidupan kita, harus selalu siap ...